Bagaimana Khalifah Mengatur Keuangan Negara

Pintu Ledeng – Sejak masa Nabi saw, urusan pemerintahan ditangani secara sederhana.  Pasalnya, persoalan saat itu masih belum rumit serumit dibandingkan pada masa-masa berikutnya.   Dalam masalah harta misalnya, Nabi saw jika memperoleh harta ghanimah maupun zakat, maka beliau segera membagikan harta tersebut kepada kaum Muslim. Pada zaman Nabi saw, baitul maal belum memiliki kantor khusus yang difungsikan untuk mengatur lalu lintas harta. Sebab, pada saat itu harta yang diperoleh belum begitu banyak, dan biasanya langsung habis didistribuskan untuk kepentingan kaum Muslim.

Setiap mendapatkan harta ghanimah, Rasulullah saw segera membagikannya kepada kaum Muslim, dan beliau juga segera membagi-bagi khumus (1/5 bagian dari ghanimah) yang menjadi bagian dari beliau saw.  Handlalah bin Shaifiy, salah seorang penulis Rasulullah saw, meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Catat dan laporkanlah kepadaku semua harta yang masuk. Hal ini beliau ucapkan tiga kali. Handhalah berkata, ‘Suatu saat pernah tidak ada harta atau makanan apapun padaku selama tiga hari, lalu aku laporkan kepada Rasulullah.  Rasulullah sendiri tidak tidur, sementara di sisi beliau tidak ada apapun’. 

Rasulullah saw juga biasa membagi-bagikan harta pada saat itu juga. Hasan bin Muhammad menyatakan, “Bahwasanya Rasulullah saw tidak pernah menyimpan harta, baik siang maupun malam.”

Apabila harta datang pada pagi hari, tidak sampai setengah hari harta tersebut sudah habis dibagikan. Demikian juga jika harta itu datang di siang hari, maka tidak pernah sampai tersisa hingga malam harinya. Oleh karena itu, tidak pernah ada harta tersisa yang memerlukan tempat penyimpanan atau arsip tertentu.

Keadaan tersebut terus berlangsung sepanjang masa Rasulullah saw. Ketika Abubakar menjadi Khalifah, cara seperti itupun berlangsung di tahun pertama kekhilafahannya. Jika datang harta kepadanya dari sebagian daerah kekuasaannya, maka ia membawanya ke Masjid Nabawi dan membagi-bagikannya di antara orang-orang yang berhak menerimanya. Kadang-kadang Khalifah Abubakar menugaskan Abu Ubaidah bin al-Jarrah untuk melakukannya. Hal ini dapat diketahui pada saat Abu Ubaidah berkata kepadanya: ‘Aku telah membagikan harta yang kamu berikan hingga tidak bersisa’. Baru pada tahun kedua kekhilafahannya, beliau mulai merintis cikal bakal baitul maal. Beliau mengalokasikan sebuah tempat di rumahnya untuk menyimpan harta yang masuk ke kota Madinah, kemudian membelanjakan semua harta yang ada di tempat tersebut untuk kaum Muslim dan kemaslahatan mereka.

Setelah Umar menjadi Khalifah menggantikan Abu Bakar ra, saat itu juga beliau mengumpulkan para bendaharawan dan masuk ke rumah Abu Bakar, seraya membuka baitul mal. Ia hanya mendapatkan satu dinar di dalamnya, itupun terjadi karena kelalaian petugasnya. Ketika penaklukan-penaklukan wilayah lain semakin banyak, dan kaum Muslim berhasil menaklukan negeri Persia dan Romawi, semakin banyak pula harta yang mengalir ke kota Madinah. Lalu, Khalifah Umar mendirikan bangunan khusus untuk menyimpan harta (baitul mal), membentuk bagian-bagiannya, menunjuk para penulisnya, menetapkan santunan untuk para penguasa dan untuk keperluan pembentukan tentara. Dalam sebuah riwayat dituturkan bahwasanya Abu Hurairah menyerahkan harta yang banyak kepada Khalifah Umar bin Khaththab yang diperolehnya dari Bahrain.

Pada saat itu Umar bertanya kepadanya: ‘Apa yang engkau bawa ini?’ Abu Hurairah menjawab: ‘Aku membawa (harta) 500 ribu dirham’. Umar berkata lagi kepadanya: ‘Apakah engkau sadar apa yang engkau katakan? Mungkin engkau sedang mengantuk, pergi tidurlah hingga subuh.’ Ketika esoknya Abu Hurairah kembali kepada Umar maka beliau berkata kepadanya: ‘Berapa banyak uang yang engkau bawa?’ Abu Hurairah menjawab: ‘500 ribu dirham’ Umar berkata lagi: ‘Apakah (benar-benar) sebanyak itu ?’ Abu Hurairah menjawab: ‘Aku tidak tahu kecuali memang begitu’. Kemudian Umar naik mimbar, memuji Allah dan mengagungkan-Nya, seraya berkata: ‘Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kita harta yang banyak, apabila kalian berkehendak terhadap harta itu, maka kami akan menimbangnya bagi kalian, dan apabila kalian ingin kami menghitungnya maka kami akan melakukannya untuk kalian’.

Seorang laki-laki berkata: ‘Wahai Amirul Mukminin, buatlah bagian-bagian baitul mal untuk masyarakat, sehingga mereka dapat mengambil bagiannya dari sana.’ Al-Waqidi berkata bahwa Umar bin Khaththab bermusyawarah dengan kaum Muslim dalam pembentukan bagian-bagian baitul mal tersebut. Pada saat itu Ali berkata kepadanya: ‘Bagikanlah olehmu harta yang terkumpul kepadamu setiap tahun dan janganlah engkau tahan dari harta itu sedikitpun’. Utsman berkata: ‘Aku melihat harta yang banyak yang akan menghampiri manusia, jika mereka tidak diatur sampai diketahui mana orang yang sudah mengambil bagiannya dan mana yang belum, maka aku khawatir hal ini akan mengacaukan urusan.’

Al-Warid bin Hisyam bin al-Mughirah berkata, ‘Ketika aku di Syam aku melihat raja-rajanya membuat bagian tertentu pada kas negaranya serta membentuk struktur tentaranya dan hal tersebut senantiasa terjadi demikian.’ Mendengar keterangan tersebut, maka Khalifah Umar menyetujuinya. Kemudian ia memanggil beberapa orang keturunan Quraisy, yaitu ‘Uqail bin Abi Thalib, Mukharamah bin Naufal dan Jabir bin Muth’im, dan Umar berkata kepada mereka: ‘Tulislah oleh kalian nama seluruh orang berdasarkan kabilah-kabilahnya.’ Mereka melaksanakan perintah tersebut dengan memulai penulisan dari bani Hasyim, kemudian Abu Bakar dan kaumnya, Umar dan kaumnya serta diikuti dengan kabilah-kabilah lainnya. Setelah itu mereka menyerahkannya kepada Umar. Ketika Umar melihat hal itu beliau berkata: ‘Tidak, bukan ini yang aku maksud, tapi mulailah dari kerabat Rasulullah saw, yaitu yang paling dekat kepada beliau, maka tulislah kedudukannya itu sehingga kalian dapat menempatkan Umar sebagaimana Allah Swt telah menetapkannya.’

Comments

comments

Disc Iklan Ramadhan for Web

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.