Balasan Perbuatan Baik dan Buruk

Pintu Ledeng TV - Balasan Perbuatan Baik dan Buruk

Balasan Perbuatan Baik dan Buruk

Pintuledeng.com – Siapa saja yang mencontohkan di dalam Islam contoh yang baik maka untuknya pahalanya dan pahala siapa saja yang melakukannya setelah dia karena mencontohnya tanpa berkurang pahala mereka sedikitpun. Siapa saja yang mencontohkan di dalam Islam contoh yang buruk maka atasnya dosanya dan dosa siapa saja yang melakukannya setelah dia karena mencontohnya tanpa berkurang dosa mereka sedikitpun (HR Muslim, Ahmad, Ibn Majah dan an-Nasa’i).

Imam Ahmad mengeluarkan hadis ini dari Abdurrahman bin Mahdi, dari Hasyim bin al-Qasim dan dari Muhammad bin Ja’far. Ketiganya dari Syu’bah dari ‘Awn bin Abi Juhaifah.

Abu Hurairah menuturkan bahwa Nabi saw. juga pernah bersabda: Siapa saja yang mengajak pada petunjuk maka untuknya pahala semisal orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi pahala mereka sedikitpun. Siapa saja yang mengajak pada kesesatan maka atasnya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi dosa mereka sedikitpun (HR Muslim, Ahmad, ad-Darimi, Abu Dawud, Ibn Majah, at-Tirmidzi, Abu Ya’la dan Ibn Hibban)

Imam an-Nawawi di dalam Syarh Shahîh Muslim menjelaskan, bahwa dua hadis ini secara gamblang menunjukkan disukainya mencontohkan perkara yang baik dan haramnya mencontohkan perkara yang buruk; juga menunjukkan bahwa siapa saja yang mencontohkan perkara yang baik maka untuknya semisal pahala setiap orang yang melakukan karena mencontohnya hingga Hari Kiamat. Sebaliknya, siapa saja yang mencontohkan perkara yang buruk maka atasnya dosa semisal dosa orang yang melakukannya karena mencontohnya hingga Hari Kiamat.

Hadis kedua menunjukkan bahwa siapa saja yang mengajak pada petunjuk maka untuknya pahala semisal pahala orang-orang yang mengikutinya, atau siapa saja yang mengajak pada kesesatan maka atasnya dosa semisal dosa orang-orang yang mengikutinya; baik petunjuk dan kesesatan itu ia yang memulainya pertama kali atau sudah ada yang memulainya; baik berupa pengajaran ilmu, ibadah, adab atau yang lainnya. Lafal “fa ‘amila bihâ ba’dahu” maknanya, jika ia mencontohnya, baik perbuatan itu dilakukan semasa hidupnya atau setelah kematiannya.

Comments

comments

Disc Iklan Ramadhan for Web

Leave a Reply