Bentuk Durhaka Dan Ketaatan Pada Allah

Pintu Ledeng – Menurut Muhammad bin Nashr Al-Marwazy, karena sebagian kedurhakaan itu dianggap kufur dan sebagian Iain tidak dianggap kufur, maka Allah membeda-bedakan di antara kedurhakaan-kedurhakaan itu, yang kemudian dapat memilahnya menjadi tiga macam; Ada yang jenis kufur,  yang jenis kefasikan dan bukan kufur, ada yang jenis kedurhakaan, bukan kufur dan kefasikan. Allah memakruhkan semuanya bagi orang-orang Mukrnin.

Mengingat semua ketaatan itu termasuk dalam iman dan di dalamnya tidak ada sedikit pun yang keluar dari lingkup iman, maka Allah tidak membagi di antara ketaatan-ketaatan itu, dengan berfirman, “Menjadikan iman itu indah.” Begitu pula semua kewajiban dan ketaatan. Bahkan Allah tidak membuat suatu batasan, yang berarti termasuk semua jenis ketaatan. Sebab Allah telah menjadikan indah bagi orang-orang Mukmin, baik berupa shalat, zakat dan semua jenis ketaatan. Sebab Allah mengabarkan bahwa Dia membuat mereka mencintai semua itu dan menjadikannya tampak indah dihati mereka dan membuat mereka embanci semua kedurhakaan. Sbegian kekufuran ada yang berupa kefasikan.

Semua kedurhakaan dibenci dalam agama, sebab Allah mengabarkan bahwa Dia membuat mereka membenci semua kedurhakaan. Yang termasuk hal ini ialah sabda Nabi Shallallahu Alaihi Salam,

“Siapa Yang kebaikannya membuat dia gembira dan siapa yang keburukannya membuat dia susah, maka dia orang Mukmin.”

Sebab Allah membuat orang-orang Mukmin suka kepada kebaikan dan membuat mereka benci kepada keburukan.

Kami katakan, mereka dibuat benci kepada semua kedurhakaan, menghamskan mereka mencintai semua ketaatan. Sebab meninggalkan ketaatan merupakan kedurhakaan. Sebab hati tentu memiliki kehendak, jika ia membenci semua keburukan, berarti dia menghendaki kebaikan. Hal mubah yang didasari niat baik menjadi kebaikan, dan jika didasari niat yang buruk, ia menjadi keburukan (artinya, jika hamba melakukan hal yang mubah, maka niatnya akan menetapkan kesudahannya. Jika dia meniatkan ketaatan kepada Allah ketika mengerjakan hal mubah, maka ia menjadi kebaikan, dan jika dia meniatkan bukan untuk ketaatan ketika melakukan hal mubah, maka ia berubah menjadi kedurhakaan).

Sumber : Kitabul Iman, Syaikh Ibnu Taimiyah

Comments

comments

Disc Iklan Ramadhan for Web

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.