Cobaan Nabi Ayyub Dan Bagaimana Dengan Kita ???

Pintu Ledeng TV - Cobaan Nabi Ayyub Dan Bagaimana Dengan Kita ???

Cobaan Nabi Ayyub Dan Bagaimana Dengan Kita ???

Pintuledeng.com – Sebagai manusia Nabi Ayub as. sering mendapatkan berbagai cobaan yang berat dan sangat sulit. Betapa tidak. Cobaan yang beliau alami bertubi-tubi. Padahal sebelumnya Nabi Ayyub as. memiliki harta yang banyak dengan bermacam jenisnya seperti hewan ternak, budak dan tanah. Ia juga memiliki istri yang salih dan keturunan yang baik. Namun kemudian, Allah SWT menguji dia dengan aneka ragam ujian yang sangat berat. Demikianlah, jika Allah SWT mencintai seseorang, orang itu akan Dia uji. Siapa yang ridha dengan ujian tersebut, dia mendapatkan keridhaan-Nya. Siapa yang berkeluh-kesah apalagi marah karena ujian tersebut, dia mendapatkan kemurkaan-Nya (Lihat: HR Tirmidzi dan Ibnu Majah, di-hasan-kan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 2110).

Nabi Ayyub as. adalah orang yang sabar dalam menghadapi ujian tersebut. Hartanya yang banyak habis. Anak-anaknya meninggal dunia. Semua ternaknya binasa. Beliau sendiri menderita penyakit kulit yang sangat berat hingga sekujur tubuhnya dipenuhi belatung. Dalam menjalani musibah itu, ia tetap bersabar dan mengharap pahala; tetap berzikir pada malam dan siang, pagi dan petang.

Hari-hari berlalu, penderitaan Nabi Ayyub as. makin berat. Saat penderitaannya makin berat, keluarga dan kerabatnya malah menjauhi dia. Demikian pula kawan-kawannya. Hanya istrinya yang sabar mengurus beliau dan memenuhi haknya.

Tentang Nabi Ayyub as. ini, Anas bin Malik menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda,“Sesungguhnya Nabi Allah Ayyub mendapat cobaan selama delapan belas tahun hingga orang dekat dan jauhnya menjauhi dia, kecuali dua orang saudara akrabnya yang sering menjenguk dia pada pagi dan sore…”(HR Abu Ya’la dan al-Bazzar).

Karena begitu lamanya Nabi Ayyub as. menderita sakit parah, suatu saat istrinya berkata kepada dia, “Ayyub, tidakkah engkau berdoa kepada Allah agar Dia menyembuhkan kamu?”

Nabi Ayyub as. malah berkata, “Celakalah kamu! Aku telah diberi kesehatan dan kenikmatan selama 70, sementara aku ditimpa penyakit ini baru 7 tahun.” (Jalaluddin as-Suyuthi, Durr al-Mantsur fi at-Ta’wil bi al-Ma’tsur, VIII/414).

Comments

comments

Disc Iklan Ramadhan for Web

Leave a Reply