Dalil-dalil dari As-sunnah Qauliyah Tentang Kewajiban Mengangkat Imam atau Khalifah (2)

Dalil-dalil dari As-sunnah Qauliyah Tentang Kewajiban Mengangkat Imam atau Khalifah (2)

Dalil-dalil dari As-sunnah Qauliyah Tentang Kewajiban Mengangkat Imam atau Khalifah (2)

Pintu Ledeng TV – Hadits riwayat Abu Umamah Al-Bahili, dari Nabi beliau bersabda: 

“Sungguh, tali Islam akan terburai seutas demi seutas. setiap kali seutas tali terburai, orang-orang berpegangan pada tali berikutnya. Tali yang pertama kali terburai adalah kekuasaan, dan tali terakhir adalah shalat. “1

Ustadz Abdul Karim Zaidan menjelaskan, “Yang dimaksud kekuasaan adalah “kekuasaan” yang sesuai dengan manhaj Islam, dan mencakup pula kebutuhan akan adanya khalifah yang menjalankan kekuasaan tersebut. Sedangkan “terburai” yang dimaksud ialah mengabaikan dan tidak menerapkan kekuasaan sesuai manhaj Islam. Terlepasnya tali kekuasaan disandingkan dengan terlepasnya tali shalat yang hukumnya wajib. Dengan demikian, kekuasaan adalah wajib hukumnya.2

Hadits masyhur dalam kitab Sunan, dari Irbadh bin Sariyah, dari Nabi, beliau bersabda dalam hadits panjang:

“Sungguh, siapa di antara kalian yang berumur panjang, ia akan melihat banyak perselisihan. Hendaklah kalian berpegang teguh kepada sunahku dan sunah para khalifah yang mendapat petunjuk. Berpegang teguhlah kepadanya dan gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham. Dan jauhilah perkara-perkara (agama) yang dibuat-buat, karena setiap bid’ah itu sesat. “

Diriwayatkan secara mutawatir dari para shahabat bahwa mereka membaiat Abu Bakar sebagai khalifah setelah Nabi wafat. Setelah itu Abu Bakar menunjuk Umar sebagai penggantinya. Berikutnya Umar menunjuk salah satu di antara enam orang shahabat yang akhirnya sepakat memilih Utsman. Selanjutnya setelah Utsman mati syahid, kaum muslimin membaiat Ali sebagai khalifah. Inilah sunah mereka terkait khilafah dan mereka sama sekali tidak menyepelekan kedudukan khilafah. Untuk itu, berdasarkan perintah Nabi kita wajib mengikuti mereka. 

Dan masih banyak hadits-hadits lain yang menunjuk kewajiban taat kepada para pemimpin dalam hal-hal di luar kemaksiatan. Termasuk hadits-hadits baiat; perintah untuk membaiat pemimpin pertama dan seterusnyaharam memberontak terhadap imam kaum muslimin; perintah untuk membunuh siapa saja yang merebut kekuasaan imam yang benar seperti yang akan disebutkan di sela-sela bahasan permasalahan ini. Hadits-hadits ini secara keseluruhan mengharuskan adanya seorang imam muslim. Dengan demikian, hadits-hadits ini menunjukkan kewajiban mengangkat seorang imam. Wallâhu a ‘lam.[Konsep Kepemimpinan Dalam Islam, Prof. DR Abdullah Ad Dumaiji, Bab: Pasal Kedua, Kewajiban Mengangkat Imam, hal: 62-64]


  1. Imam Ahmad (V/251), Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya, hadits nomor 257, hal: 87, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (IV/92), dari Abu Umamah. Dishahihkan Al-Albani dalam Shahîh AI-Jâmi‘ Ash-Shagir, hadits nomor 4951 (V/15)
  2. Ushuldu Da’wah, Abdul Karim Zaidan, hal: 195, cetakan ketiga, 1 396, Maktabah Al-Manar Al-Islamiyyah.
  3. HR. At-Tirmidzi, kitab; ilmu, bab; 16, hadits nomor 2676 (V/44), ia nyatakan, “Hadits ini hasan sahih.” Abu Dawud, kitab; As-sunnah, bab; 5 (‘Aunul Ma’büd, XII/359), Ibnu Majah, mukadimah, bab; 6, hadits nomor 42 (1/1 5), Ahmad (IV/1 26), Ad-Darimi, mukadimah, bab; 6. Abu Nu’aim berkata, “Hadits ini jayyid, termasuk salah satu hadits shahih orang-orang Syam.” Baca; Jami’ulUlum wal Hikam, hal: 243. 

Comments

comments

Disc Iklan Ramadhan for Web

Leave a Reply