Definisi Imamah Menurut Etimologi

Pintu Ledeng TV - Definisi Imamah Menurut Etimonologi

Definisi Imamah Menurut Etimologi

Pintu Ledeng TV – Imâmah menurut etimologi adalah bentuk mashdar dari kata kerja (amma). Anda katakan,  ammahum wa amma bihim artinya mendahului mereka, yaitu imamah. Sedangkan al-imâm ialah setiap orang yang diikuti, seperti pemimpin atau yang lain.”

Ibnu Manzhur menjelaskan, “Al-Imâm ialah setiap orang yang diikuti oleh suatu kaum, baik mereka berada di jalan yang lurus ataupun sesat. Bentuk jamaknya adalah al-a imah. Imâm kulli syay in artinya orang yang meluruskan dan memperbaiki segala sesuatu. Maka, AlQur’an adalah imam bagi kaum muslimin; Muhammad adalah imamnya para imam; dan khalifah adalah imam rakyat. 

Amamta al-qauma ft ash-shalâh imâmatan artinya anda mengimami kaum dalam shalat sebagai imam. Dan makna ialah ia mengikutinya. 

Al-Imâm juga berarti contoh. Imâmul ghulâm fil maktab artinya sesuatu yang dipelajari seorang anak setiap harinya. Imâmul mitsâl artinya sesuatu yang dijadikan contoh. Al-imâm juga berarti benang yang dibentangkan di atas bangunan, lalu menjadi acuan untuk mendirikan bangunan sehingga sisi-sisinya menjadi sama.2 

Penulis Tâjul ‘Arüs menjelaskan, al-imâm artinya jalan lapang Inilah makna dari firman Allah , ‘Dan sesungguhnya kedua kota itu benar terletak dijalan umum yang terang’. (Al-Hijr: 79) Yaitu terletak di jalan yang dituju sehingga dapat dibedakan dengan jelas. Khalifah adalah imam rakyat. Abu Bakar menjelaskan, fulân imâmul qaum artinya si fulan didahulukan atas kaumnya. Imam juga berarti pemimpin, Seperti imam kaum muslimin. Ad-dalil artinya pemimpin perjalanan. Al-hâdy artinya imam yang menuntun unta meskipun ia berada di belakang unta karena dialah yang menunjukkan jalannya .3 

Al-Jauhari menjelaskan dalam Ash-Shibâh, Al-Ammu dengan fathah artinya menuju. artinya menuju sesuatu.4 Dan makna_ makna serupa lainnya.” 

      Berdasarkan uraian secara etimologi ini, kita cermati adanya kesamaan makna dari kata-kata tersebut menurut para pakar bahasa. Dan kata (al-imâmah) bermuara pada makna mendahului dan mengikuti. HF


  1. Al-Qâmûs Al-Muhîth, Fairuz Abadi, Majduddin Muhammad bin Ya’qub (IV/78), Darul Jail, Beirut.
  2. Lisânul ‘Arab, Ibnu Manzhur, Jamaluddin Muhammad bin Mukarram (XII/24), materi; a-ma-ma Dar Shadir dan Dar Beirut, Beirut, cetakan tahun 1388 H.
  3. Tâjul ‘Aros min Jawâhiril Qâmús, Muhammad Murtadha Az-Zubaidi (VIII/1 93), Dar Maktabah Al-Hayat Beirut, Lebanon.
  4. Tâjul Lughah wa Shihâhul ‘Arabiyyah, Ismail bin Hammad Al-Jauhari (V/1 865), tahqiq; Ghafur Aththar, cetakan kedua, 1399 H., Darul ‘Ilm lil Malayin, Beirut.

Comments

comments

Disc Iklan Ramadhan for Web

Leave a Reply