Definisi Imamah Menurut Terminologi

Pintu Ledeng TV - Definisi Imamah Menurut Terminologi

Definisi Imamah Menurut Terminologi

Pintu Ledeng TV – Terkait terminologi, ulama mendefinisikan (al-imâmah) dengan sejumlah definisi. Meskipun berbeda dari sisi kata-kata, namun secara makna hampir sama. Berikut beberapa definisi imâmah secara terminologi: 

  1. Al-Mawardi mendefinisikan. “Imamah itu ditetapkan untuk menggantikan—tugas—kenabian dalam menjaga agama dan menata dunia dengannya (agama). “1
  2. Imam Haramain Al-Juwaini mendefinisikan, “Imamah adalah kepemimpinan sempurna, Yang berkaitan dengan—kalangan— khusus maupun umum dalam berbagai persoalan agama maupun dunia.”2
  3. An-Nafasi dalam Al- ‘Aqöid mendefinisikan, “Imamah adalah wakil dari Rasulullah dalam urusan menegakkan agama yang wajib diikuti oleh seluruh umat.3
  4. Penulis kitab Al-Mawåqif mendefinisikan, “la (imamah) ialah pengganti Rasul dalam menegakkan agama di mana seluruh umat wajib mengikutinya. “4
  5. Al-Allamah Ibnu Khaldun mendefinisikan sebagai berikut, “Imamah adalah membawa (mengatur) seluruh umat berdasarkan pandangan syariat dalam mewujudkan maslahat-maslahat mereka, yang bersifat ukhrawi dan duniawi yang akan kembali kepada ukhrawi. Sebab, menurut Syåri’ (Pembuat Syariat), penilaian atas semua permasalahan dunia dikembalikan pada maslahat-maslahat ukhrawi. Pada hakikatnya, ia (imamah) adalah pengganti dari Pemilik Syariat dalam menjaga agama dan menata dunia dengannya (agama).”5
  6. Muhammad Najib Al-Muthi’i menyatakan, “Yang dimaksud imamah ialah kepemimpinan menyeluruh dalam segala urusan dunia dan agama.6

  Dan masih banyak lagi definisi-definisi Iain seputar makna imamah ini.


  1. Al-Ahkâm As-Sulthâniyyah, Ali bin Muhammad Al-Mawardi, hal: 5, cetakan ketiga, 1393 H„ Syarikah wa Maktabah wa Mathba’ah Musthafa Al-Babi Al-Halbi, Kairo.
  2. Ghiyåtsul Umam fit Tiyåtsidzh Zhu/mp Abul Ma/ali Al-Juwaini, hat: 1 5, cetakan pertama, 1400 H., Darun Nadwah, Alexandria, tahqiq; DR. Musthafa Hilmi, DR. Fuad Abdul Mun’im.
  3. AI-‘AqåAid An-Nasafiyyah, hal: 1 79, cetakan tahun 1326 H., Syarikah Shihafah ‘Utsmaniyyah, 8 Al-Mawåqif, Al-Ijiy, hal. 395, tanpa tahun cetak, “Alamul kutub, Beirut.
  4. AI-Muqaddimah, Al-Allamah Ibnu Khaldun, hal: 190, cetakan tahun 1398, Darul Baz lin Nasyr wat Tawzi’.
  5. AI-Majmü’ Syarhul Muhadzdzab, An-Nawawi, dan lanjutannya Oleh Muhammad Najib Al-Muthi’i, hal: 517.
  6. Al Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, An Nawawi, dan lanjutannya oleh Muhammad Najib Al Muthi’i hal 517

Comments

comments

Disc Iklan Ramadhan for Web

Leave a Reply