Hakikat Taqarrub Illallah Bagian 1

Pintu Ledeng – Taqarub ilallah adalah setiap aktivitas yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT baik dengan melaksanakan kewajiban, melaksanakan amalan-amalan sunnah nafilah ataupun bentuk-bentuk ketaatan Iainnya. Pengertian taqarrub kepada Allah tidak hanya terbatas pada aktivitas ibadah, sebagaimana yang diduga oleh kebanyakan kaum muslimin dewasa ini, namun mencakup pula seluruh aktivitas dalam muamalat, akhlaq, math’umat (berkaitan dengan makanan), mulbusaat (berkaitan dengan pakaian) bahkan uqubat (pelaksanaan sanksi hukum negara). Dalam sebuah hadits Qudsi, Allah SWT berfirman:

“Dan tiada bertaqarrub (mendekat) kepada-Ku seorang hamba dengan sesuatu yang lebih Kusukai daripada menjalankan kewajibannya.” (Shahih Bukhari, Juz 9, hal. 292, 297)

Berkata Imam Ibnu Hajar, “Termasuk dalam lafadz tersebut adalah seluruh kewajiban, baik fardlu rain maupun fardlu kifayah, sehingga dapat pula diambil pengertian darinya bahwa pelaksanaan perbuatan-perbuatan Io adalah aktivitas yang paling disukai Allah SWT”. Perbuatan-perbuatan fardlu dimaksud dapat disebutkan mulai dari melaksanakan shalat, menunaikan zakat, berbakti kepada kedua orang tua, menuntut ilmu, berjihad fi sabilillah, beramar ma’ruf nahi munkar, bersikap jujur dan ikhlas lillahi tatala dan istiqamah dalam setiap perbuatan, memakan makanan yang halal dan baik, menutup aurat, hingga pelaksanaan hukum-hukum hudud syar’iyah oleh negała atas tindak kriminal seperti perbuatan zina, liwath, mencuri. riddah (keluar dari metnbunuh dan lain sebagainya aktivitas tersebut pada hakikatnya adalah termasuk ke dalam cakupan pengertian pendekatan-diri seorang hamba yang mukmin kepada Rabbnya.

Al Qur’an telah menyebutkan beberapa kewajiban dan menganggapnya sebagai pendekatan. Salah satu diantaranya adalah infaq fii sabilillah, yaitu berinfaq untuk kepentingan jihad di jalan Allah. Dalam hal ini Al Qur’an telah menganggapnya sebagai pendekatan yang besar (pengorbanan yang besar) yang diberikan oleh seorang mukmin untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

”Diantara orang-orang Arab Badui terdapat orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir dan menjadikan harta yang dia nafkahkan (dalam jihad fii sabilillah) sebagai pendekatan di sisi Allah dan jalan untuk mendapatkan do’a Rasulullah.  Ketahuilah itu memeang merupakan pendekatan bagi mereka. Allah akan memasukkan ke dalam rahmat-Nya (Surga). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. At-Taubah: 99)

Al Quran pun telah mejelaskan bahwa taqarrub kepada Allah dapat ditempuh dengan melaksanakan ketaatan-ketaatan dan ibadah serta amal-amal shalih. Allah SWT berfirman:

”Orang-orang yang mereka (orang-orang kafir) sembah, mereka itu sendiri mencari jalan menuju Tuhannya. Siapa diantara mereka yang lebih dekat. Mereka mengharap rahmat-Nya (Surga-Nya) takut terhadap adzab-Nya (neraka) (QS. Al-Israa: 57)

“Bukankah harta-harta kalian dan anak-anak kalian yang dapat mendekatkan diri kalian kepada Kami, akan tetapi orang-orang beriman dan beramal shalih, merekalah orang yang mendapatkan pahala yang berlipat ganda karena apa yang mereka kerjakan. Dan mereka akan berada di tenpat-tempat yang tinggi (surga) dalam keadaan aman”. (QS. Saba: 37)

Sumber: Taqarrub Illallah Thariqu Taufik

Comments

comments

Disc Iklan Ramadhan for Web

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.