Hakikat Taqarrub Illallah Bagian 2

Pintu Ledeng – As-Sunnah menjelaskan pula bahwa diantara aktivitas yang akan mendekatkan diri seorang hamba kepada Rabb-nya adalah melaksanakan perbuatan-perbuatan sunnah, mandub, nafilah, dan ketaatan-ketaatan lainnya. Dalam hadits Qudsiy Allah SWT berfiman:

“Tiada henti-hentinya seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan perbuatan sunnah-sunnah nafilah, sehingga Aku mencintainya”. (Shahih Bukhari, juz 9, hal. 292-297)

Amalan nafilah ialah setiap aktivitas yang merupakan tambahan dari amal yang wajib, baik berupa shadaqah, shalat, maupun puasa dan sebagainya. Ada sebuah hadits yang memberi motivasi untuk menambah ketaatan, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Anas ra. dari Nabi saw bahwasanya beliau meriwayatkan dari Rabbnya:

“.Jika seorang hamba diri kepada-Ku sejengkal, Aku akan menendekatinya   jika ia mendekati-Ku sehasta, Aku aku akan mendekatinya sedepa, jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku akan mendekatinya dengan berlari”. (Shahih Bukhari, juz 9, hal. 199)

Dengan demikian tidak diragukan lagi bahwa taqarrub illallah dengan mengerjakan amalan-amalan sunnah nafilah dan ketaatan akan nnengangkat mafiabat  hamba di sisi Rabb-nya. Hal ini menjadikannya layak untuk mendapatkan pertolongan, bantuan dan dukungan dari Allah SWT pada setiap aktivitas yang dilakukannya dalam rangka taat kepada Allah dan mencari keridlaan-Nya. Oleh karena itu, dalam sebuah hadits Qudsiy, Allah SWT mengangkat derajat seorang hamba yang bertaqarub kepada-Nya sehingga Allah mengabulkan do’anya, mendukungnya dengan pertolongan, bantuan dan bimbingan-Nya. Hadits dimaksud adalah:

“Tiada henti-hentinya hamba-Ku mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan perbuatan-perbuatan sunnah nafilah sehingga Aku mencñltainya. Kalau Aku sudah mencintainya, maka Aku akan menjadi pendegarannya yang ia mendengarkan dengannya dan Aku akan menjadi penglihatannya yang ia melihat dengannya; dan Aku akan menjadi  tangannya yang ia pergunakan; dan Aku akan menjadi kakinya yang ia berjalan dengannya. Jika ia meminta . kepada-Ku niscaya akan Kuberi apa yang ia minta dan jika ia perlindungan pada-Ku niscaya Aku lindungi”. (HR.Bukhari)

Dalam lafadz yang lain disebutkan,”Dan jika ia memohon (kemenangan) kepada-Ku, niscaya Kutolong”. (Fathul Baari, Syarah Shahih Bukhari, juz 9, hal.341-345)

Martabat tersebut tidak akan dapat dicapai kecuali oleh orang-orang yang telah melakukan kewajiban-kewajiban dan menambahnya dengan mengerjakan amalan sunnah nawafil, ketaatan, dan bukan oleh orang-orang yang melakukan kegiatan sunnah tetapi meninggalkan perbuatan wajib  atau bahkan melakukan bid’ah dan perbuatan haram.

Sebab seorang aktivis dakwah atau dai ialah orang yang paling membutuhkan kuatnya tali hubungan dengan Allah guna menggapai pertolongannya dan bertawakal kepada-Nya dengan sebenar-benar tawakal.

Diantara contoh-contoh ketaatan dan pendekatan tersebut adalah meningkatkan kualitas amal perbuatan yaitu dengan memurnikan niat hanya untuk Allah semata dan  menyesuaikannya dengan tuntunan syara, melaksanakan  kewajiban, memperbanyak amalan sunnah nafilah seperti shalat rawatib, membaca Al Qur’an, berdo’a berdzikir dan beristighfar, murah hati dan mengutamakan orang lain, cinta dan benci karena Allah, takut kepada Allah, percaya dengan janji Allah, sabar menghadapi cobaan.

Dan Allah, yang menurunkan agama ini, pasti akan memuliakan dan menolong agama-Nya melalui tangan sekelompok orang mukmin yang sadar danjiwa mereka telah dipenuhi dengan iman, taat dan cinta terhadap Allah dan Rasul-Nya.

Sumber: Taqarrub Illallah Thariqu Taufik

 

Comments

comments

Disc Iklan Ramadhan for Web

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.