Jangan Sampai Amal Kita Sia-Sia

Pintu Ledeng – Ikhlash merupakan salah satu syarat agar suatu amal termasuk amal yang sholeh.  Dengan kata lain, diterima atau tidaknya suatu amal ditentukan oleh niatnya. Jika ia ikhlash dalam beramal, niscaya ia akan mendapat pahala dari Allah swt. Sebaliknya, jika ia berbuat dengan niat tertentu, selain mengharap ridho Allah swt, maka ia akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan.

Dalam Al-Quran Allah berfirman;

“Dialah yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. [TQS. Al-Mulk [67]:2].

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus”. [TQS al-Baiyyinah [98]:5]

Di dalam hadits shahih dituturkan, bahwasanya Nabi saw bersabda; “Sesungguhnya manusia yang pertama kali diadili di hari akhir adalah lelaki yang bersaksi bahwa ia berjuang di jalan Allah, kemudian membawa amalnya di hadapan Allah swt. Allah mengetahui dan dia mengetahui. Kemudian, Allah bertanya, “Untuk siapa kamu melakukan hal itu?”.

Lelaki tersebut menjawab, “Sesungguhnya saya berperang karena Engkau.” Allah berfirman, “Bohong, sesungguhnya kamu berperang agar kamu dikatakan pemberani.  Kemudian lelaki itu dihisab  dan dilemparkan ke neraka. Kedua, lelaki yang diluaskan rejekinya oleh Allah dan menginfaqkan hartanya.  Lalu, ia membawanya di hadapan Allah.  Dia mengetahui dan Allah mengetahuinya.  Allah bertanya, “Untuk siapa kamu melakukan hal itu?”.

Lelaki tersebut menjawab, “Tidaklah aku berinfaq kecuali karena Engkau.” Allah berfirman, ” Bohong!”, kamu melakukan hal tersebut supaya kamu dikatakan  dermawan”. Allah memerintahkan untuk menghisab amal lelaki tersebut, sampai kemudian dia dilemparkan ke neraka.  Ketiga, seorang lelaki yang belajar ilmu, mengajarkannya, dan membaca Al-Quran.

Lelaki itu kemudian membawa amal tersebut di hadapan Allah.  Dia mengetahui dan Allah pun mengetahuinya, .  Allah bertanya, “Untuk siapa kamu melakukan hal itu?”.  Lelaki itu menjawab, ” Saya belajar dan mengajarkan ilmu, dan membaca Al-Quran demi Kamu.” Allah berfirman, ” Bohong!”.  Sesungguhnya kamu mengajar agar kamu dikatakan orang ‘alim, dan kamu membaca Al-Quran agar dikatakan qari’.  Kemudian Allah memerintahkan untuk menghisab lelaki tersebut, sampai kemudian ia dilemparkan ke neraka.” [HR Imam Muslim]

Comments

comments

Disc Iklan Ramadhan for Web

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.