Kewajiban mengangkat Khalifah Dari Kalangan Ulama Hanafiyyah

Kewajiban mengangkat Khalifah Dari Kalangan Ulama Hanafiyyah

Kewajiban mengangkat Khalifah Dari Kalangan Ulama Hanafiyyah

Pintu Ledeng TV – Imam ‘Alauddin al-Kasaniy, seorang ulama besar dari madzhab Hanafiy menyatakan; 

Sebab, mengangkat seorang Imamul A’dzam (imam agung) adalah fardlu, tidak ada perbedaan pendapat di antara ahlul haq. Tidak bernilai sama sekalipenyelisihan sebagian kelompok Qadariyyah–, dikarenakan adanya ijma’ shahabat ra atas kewajiban itu. Dan juga dikarenakan adanya kebutuhan terhadap khalifah; agar bisa terikat dengan hukum-hukum (syariat); membela orang yang didzalimi dari orang yang dzalim; memutus perselisihan yang menjadi sebab kerusakan, dan kemashlahatan-kemashlahatan Iain yang tidak mungkin bisa tegak tanpa adanya seorang imam… “[Imam al-Kasaaniy, Badaai’ al-Shanaai’ fiy Tartib al-Syaraai‘, juz 14/4061]

Di dalam Kitab Radd al-Muhtaar, juz 4/205, disebutkan:

“(Perkataannya: wa nashbuhu (mengangkatnya), maksudnya, (mengangkat) Imam Al-A’dzam (dan perkataannya: ahamm al-waajibaat (kewajiban yang paling penting)), yakni; mengangkat seorang Imam itu termasuk kewajiban yang paling penting, dikarenakan bergantungnya banyak kewajiban syariat kepadanya. Oleh karena itu, Imam An Nasaafiy dalam al- ‘Aqaaid al-Nasafiyyah berkata, “Kaum Muslim, sudah menjadi keharusan bagi mereka adanya seorang Imam yang tegak untuk melaksanakan hukum-hukum syariat, menegakkan hudud, memperkuat benteng-benteng, membentuk pasukan, mengambil zakat, mengalahkan para pemberontak dan mata-mata musuh, dan para pembegal, menegakkan sholat Jum’at dan Hari Raya, menerima kesaksian-kesaksian yang membuktikan atas hak-hak, menikahkan orang-orang lemah dan kecil yang tidak memiliki wali, dan membagikan ghanimah untuk mereka. (Perkataannya: Oleh karena itu para shahabat mendahulukannya (pengangkatan imamah)..dan seterusnya): sesungguhnya, Nabi saw wafat pada hari Senin dan dimakamkan pada hari Selasa, atau malam Rabu atau hari Rabu (h) dari al-Mawaahib. Sunnah ini tetap berlangsung hingga sekarang, yaitu, seorang Khalifah tidak akan dimakamkan sebelum diangkat Khalifah yang lain”. [IbnuAbidin, Radd al-Muhtaar, juz 4/2051] 

Comments

comments

Disc Iklan Ramadhan for Web

Leave a Reply