Landasan dari As-sunnah Fi’liyah Tentang Kewajiban Mengangkat Imam atau Khalifah (1)

Landasan dari As-sunnah Fi'liyah Tentang Kewajiban Mengangkat Imam atau Khalifah (1)

Landasan dari As-sunnah Fi’liyah Tentang Kewajiban Mengangkat Imam atau Khalifah (1)

Pintu Ledeng TV – Rasulullah Saw, mendirikan pemerintahan Islam pertama di Madinah. Beliau sendiri menjadi imam pertama dalam pemerintahan tersebut. Setelah Allah mempersiapkan orang-orang untuk membela agama dan Rasul-Nya, Nabi mulai memperkokoh sendi-sendi pemerintahan Islam. Beliau mendamaikan suku Aus dan Khajraj setelah sekian lama mereka terlibat dalam aksi bentrok berdarah yang membinasakan. Kemudian beliau mempersaudarakan kaum Anshar dan Muhajirin. Setelah itu beliau membentuk pasukan-pasukan mujahid untuk menyebarkan dan membela agama, mengirim utusan dan berdakwah kepada raja-raja di berbagai daulah terdekat. 

Beliau menyeru mereka untuk maşuk Islam, menjalin kesepakatan-kesepakatan dan perjanjian damai dengan Yahudi dan kabilah lainnya. Beliau menjelaskan hukum-hukum tawanan serta hal-halt terkait dengannya, hukum-hukum perang dan orang-orang kafir dzimmi, menata Baitul Maal kaum muslimin dan membagi-bagikan harta sebagaimana yang Allah perintahkan, menunjuk para amir dan hakim untuk mengatur segala persoalan kaum muslimin, menegakkan hudud syar’i dan serangkaian hukuman, dan masih banyak lagi tugas dan fungsi imamah Iainnya. 

Imam Asy-Syathibi menuturkan, “Terbukti bahwa Nabi belum wafat hingga beliau menjelaskan seluruh persoalan agama dan dunia yang diperlukan. Tidak ada perbedaan pendapat dalam hal ini di kalangan Ahlus Sunnah wal Jamaah.”1

Seperti diketahui, tegaknya daulah di bawah kepemimpinan Nabi itu sendiri bukan merupakan tujuan, tapi hanya sebagai salah satu kebutuhan agama, di mana agama tidak akan sempurna tanpanya. Bukankah dahulu kaum Quraisy sejak awal telah menawarkan kepada beliau menjadi raja tanpa harus capek-capek dan berjihad. Cukup hanya dengan tidak mencela tuhan-tuhan mereka. Namun begitu, beliau menolak mentah-mentah tawaran tersebut.2

Satu-satunya tujuan Nabi ialah melaksanakan tablig, menyampaikan risalah ini dan mengantarkannya kepada umat manusia serta menggunakan berbagai sarana-prasarana untuk mencapai tujuan tersebut. Di antara sarana tersebut ialah tegaknya Daulah Islamiyah. Dengan demikian, tegaknya Daulah Islamiyah adalah wajib demi tercapainya tujuan tersebut, di samping karena keberadaan Daulah Islamiyah sebagai salah satu kelengkapan dari agama ini.


  1. Al-l’tishâm, Imam Abu Ishaq Ibrahim bin Musa Asy•Syathibi (1/49), tanpa keterangan cetakan, Al-Maktabah At-Tijariyah Al-Kubra, Mesir. 
  2. Sirah Ibnu Hisyam (1/293), cetakan kedua, 1375, Musthafa Al-Babi Al-Halbi, Mesir, tahqiq; Musthafa AsSaqa, Ibrahim Al-Abyari, dan Abul Hafizh Syalbi

Comments

comments

Disc Iklan Ramadhan for Web

Leave a Reply