Mengenal Ciri-Ciri Bendera Rasulullah SAW

Pintu Ledeng TV - Mengenal Ciri-Ciri Bendera Rasulullah SAW

Mengenal Ciri-Ciri Bendera Rasulullah SAW 

Pintu Ledeng TV – Tatkala menerangkan hadits yang menuturkan tentang Liwaa’ (bendera besar) yang dibawa pada saat Perang Khaibar, Ibnu Hajar berkata, “Rasulullah SAW telah menyerahkan bendera besar itu kepada Abu Bakar, sekaligus mengangkatnya sebagai Amir. Beliau juga menyerahkan bendera kepada ‘Umar, kemudian kepada ‘Ali ra. Penyerahan bendera oleh Rasulullah SAW kepada Ali ra tidaklah menghapus penyerahan bendera yang telah diberikan kepada keduanya (Abu Bakar dan Umar). Sebab, masing-masing telah diberi kewenangan secara khusus untuk memegang bendera pada hari itu. Kewenangan untuk membawa bendera itu akan berakhir dengan wafatnya beliau SAW. Tidak ada satupun Amir yang sempurna perintahnya, kecuali beliau SAW. Namun demikian, beliau SAW telah menyerahkan segala urusan kepada siapa saja yang beliau kehendaki.” (Fath al-Bariy: VI/127).

Imam Sarakhsiy berkata, “Bendera kaum Muslim (Liwaa’) harusnya berwarna putih. Sedangkan panji-panjinya (Raayaat) berwarna hitam”. Dari Ibnu ‘Abbas ra berkata, “Raayah (panji) Rasul SAW berwarna hitam, sedangkan Liwa’ (bendera)-nya berwarna putih.” (Syarh as-Sayir al-Kabir: I/72; Jami’ at-Tirmidzi: IV/197, no. 1681; Sunan Ibn Majjah: II/941, no. 2818; Mu’jamul Ausath at-Thabrani: I/77, no. 219; Mu’jam al-Kabir: XII/207, no. 12909; al-Mustadrak al-Hakim: II/115, no.2506/131).

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Panji Rasulullah SAW (raayat) berwarna hitam, sedangkan liwa’ (bendera)-nya berwarna putih.” Jabir ra menuturkan, “Bendera Nabi SAW (liwaa’) pada saat masuk kota Makkah berwarna putih.” Dari ‘Aisyah ra, berkata, “Liwaa’ Nabi SAW berwarna putih.” Dari Ibnu ‘Umar ra berkata,   “Tatkala Rasulullah SAW memasangkan benderanya, beliau memasangkan bendera (liwaa’) yang berwarna putih.” Rasyid bin Sa’ad telah menceritakan sebuah riwayat dari Rasulullah SAW, “Panji (raayah) Nabi SAW berwarna hitam, sedangkan liwa’nya berwarna putih.” Ibnu ‘Asakir juga meriwayatkan dengan sanad dari Hisyam bin ‘Urwah dari bapaknya dari ‘Aisyah, bahwa Nabi SAW memiliki sebuah panji hitam yang bernama al-‘Uqab.

Dari Yunus bin ‘Ubaidah, maula Muhammad al-Qasim, berkata, Muhammad bin al-Qasim telah mengutusku untuk menanyakan tentang panji Rasulullah SAW kepada Bara’ bin ‘Azib. Beliau menjawab, “Panji Rasulullah berwarna hitam, berbentuk persegi empat, terbuat dari kain wool.” (Fath ar-Rabbaniy -Ahmad: XIV/51, IV/297; Sunan Abu Daud: III/71, no. 2591; Jami’ at-Tirmidzi: IV/196, no. 1680).

Raayah disebut al-‘Uqab. Awalnya al-‘Uqab adalah nama panji Rasulullah SAW, kemudian akhirnya semua bendera disebut al-‘Uqab. Imam al-Manawiy telah mengutip riwayat dari Imam Ibnu al-Qayyim, di sana disebutkan, “Panji Rasulullah SAW dinamakan dengan al-‘Uqab. Panji itu berwarna hitam, dengan kata lain, warnanya didominasi warna hitam polos. Al-Qadliy dan al-Thayibiy juga menyebut nama ini.” (Faidlul Qadir: V/170)

Imam Manawiy berkata, “Panji beliau SAW berbentuk persegi empat, terbuat dari kain wool. Ia berujud bendera besar. Panji itu dinamakan al-‘Uqab.” Ibnu ‘Asakir meriwayatkan dari ‘Aisyah, “Liwaa’ Rasulullah SAW pada saat penaklukan warnanya putih. Sedangkan panji beliau SAW berwarna hitam. Panji itu terbuat dari secarik kain wool. Panji itu disebut dengan al-‘Uqab”. Panji itu pernah dibawa oleh Khalid bin Walid untuk menaklukkan Damaskus dua kali. Panji itu pun kadang-kadang dinamakan dengan Tsaniyat al-‘Uqab.

Ia juga berkata, “Panji beliau juga diberi nama dengan an-namr. Dinamakan an-namr, sebab warnanya seperti warna an-namr antara hitam dan putih. Beliau SAW juga memiliki bendera berwarna kuning. Namun bendera ini tidak memiliki nama. Beliau juga memiliki panji berwarna hitam. Maksudnya, warnanya didominasi warna hitam. Sehingga, bila dilihat dari jauh tampak berwarna hitam. Sebab, warna panji tersebut adalah hitam polos. Di tengah panji tersebut ditulis “La ilaha Illa al- Allah Muhammad Rasul al-Allah”.

Sebagian besar nash hanya menyatakan bahwa panji Rasulullah SAW berbentuk persegi empat. Disebutkan dalam riwayat Bara’ bin al-‘Azib, “(Panji Rasulullah SAW) berbentuk persegi empat dan terbuat dari wool.” Dalam riwayat Ibnu ‘Abbas disebutkan, “(Panji Rasulullah SAW) berwarna hitam, berbentuk persegi empat, dan terbuat dari kain wool.” Al-Kattaaniy mengeluarkan riwayat dari Abu Zar’ah al-Qaza’iy, yang menyatakan, “Rasulullah SAW telah menyerahkan kepada ‘Ali sebuah panji berwarna putih yang ukurannya sehasta kali sehasta.” Ini menunjukkan, ukuran panji di masa Rasulullah SAW, yakni sehasta kali sehasta. Ini juga berarti, bahwa ukuran bendera Rasulullah SAW lebih besar lagi. (Taratib al-Idariyyah:I/320-322).

At-Thabrani dan Abu Syaikh menuturkan dari Abu Hurairah dan Ibnu ‘Abbas, bahwa bendera Rasulullah SAW bertuliskan “La ilaha Illa Al-Allah Mohammad Rasul al-Allah”. (Akhlaq an-Nabi wa Adabuhu-Abu Syaikh: hal. 155, no. 426). Riwayat senada juga dituturkan at-Thabarani dari Buraidah al-Aslami, dan Ibnu ‘Adiy dari Abu Hurairah. Sedangkan khath (tulisan)-nya adalah khath yang masyhur di masa Rasulullah SAW, yakni khath Makkiy (khath Makkah) dan Madaniy (khath Madinah). Ini didasarkan pada keterangan yang disampaikan oleh Ibnu an-Nadim (al-Fahrist: hal. 8).

Comments

comments

Disc Iklan Ramadhan for Web

Leave a Reply