Mengenal Keilmuan Imam Asy Syafi’i

Pintu Ledeng TV - Mengenal Keilmuan Imam Asy Syafi'i

Mengenal Keilmuan Imam Asy Syafi’i

Pintuledeng.com – Imam al-Baihaqi, dengan sanad dari Mush’ab bin Abdillah az-Zabiri, menuturkan, “Imam Syafi’i memulai aktivitas keilmuannya dengan belajar syair, sejarah dan sastra. Setelah itu ia menekuni fikih.”

Imam Syafi’i rahimahulLâh membagi waktu malamnya menjadi tiga: sepertiga untuk menulis, sepertiga untuk shalat malam dan sepertiganya untuk istirahat.

Sejak di Makkah Imam Syafi’i sudah hapal al-Quran tatkala berusia 7 tahun dan menghapal kitabAl-Muwattha’ karya Imam Malik tatkala umur 10 tahun. Itu pun hanya butuh waktu 9 hari saat beliau hendak berguru kepada Imam Malik di Madinah. Lalu pada usia 15 tahun beliau sudah mendapatkan ijazah untuk berfatwa dari gurunya, Muslim bin Khalid az-Zanji al-Makki.

Imam Syafi’i adalah juga imam dalam lughah (bahasa). Tentang ini, Ibnu Hisyam (penulis Sirah Nabi saw.) berkata, “Syafii adalah hujjah dalam bahasa Arab.” (Al-Wâfi bi al-Wafâyât, IXX/143).

Begitu hebat dan luar biasanya Imam Syafi’i, banyak ulama besar yang mengagumi beliau, di antaranya adalah Abu Tsaur. Abu Tsaur pernah ditanya,

“Manakah yang lebih fakih, Syafi’i ataukah Muhammad bin al-Hasan (guru Imam Syafi’i, pen.)?”

Abu Tsaur menjawab, “Syafi’i lebih fakih dari Muhammad bin al-Hasan dan Abu Yusuf (keduanya adalah murid senior Abu Hanifah, pen.), lebih fakih dari Abu Hanifah, lebih fakih dari Hammad (guru Abu Hanifah), lebih fakih dari Ibrahim (guru Hammad), lebih fakih daripada ‘Alqamah (guru Ibrahim) dan lebih fakih dari al-Aswad (guru ‘Alqamah)” (Mukhtashar Târîkh Dimasyq, VI/434).

Imam Syafi’i begitu dicintai oleh banyak orang. Salah satunya oleh muridnya, Imam Hanbali. Betapa cintanya Imam Hanbali kepada gurunya, beliau pernah berkata, “Ada enam orang yang aku doakan setiap waktu sahur. Salah satunya adalah Imam Syafi’i.” (Târîkh al-Islâm li adz-Dzahabi, XIV/312).

Begitu seringnya Imam Hanbali mendoakan Imam Syafi’i hingga putra beliau, Abdullah, bertanya,

“Ayah, siapakah Imam Syafi’i itu. Aku mendengar Ayah banyak mendoakan beliau.”

Imam Hanbali menjawab, “Ananda, Imam Syafi’i itu seperti matahari bagi dunia dan seperti keselamatan bagi manusia. Lalu adakah pengganti bagi kedua kenikmatan ini?” (Adz-Dzahabi,Târikh al-Islâm, XIV/312).

Comments

comments

Disc Iklan Ramadhan for Web

Leave a Reply