Nasehat Terbuka Untuk Panglima TNI Yang Gagah Derani Dan Kapolri, Terkait Demo Tanggal 4 Nopember

Pintu Ledeng TV - Nasihat Kepada Polri dan TNI

Nasehat Terbuka Untuk Panglima TNI Yang Gagah Derani Dan Kapolri, Terkait Demo Tanggal 4 Nopember

“Assalaamu’alaykum wr wb

Sesungguhnya kami telah mengikuti setiap statement Panjenengan yang mengajak kami untuk selalu taat dan patuh kepada hukum dan konstitusi. Kami juga terus menyimak setiap ancaman verbal yang Panjenengan sampaikan dengan penuh percaya diri kepada siapa saja yang melanggar hukum dan konstitusi. Seakan-akan Panjenengan ingin membuktikan bahwa Panjenengan benar-benar warga negara yang taat dan patuh kepada hukum. Tapi, setelah mengkaji, mengkaji, mengkaji, dan mengkaji kembali, akhirnya kami harus membuat nasehat ini.

Memang benar, ajakan untuk taat hukum dan konstitusi harus diapresiasi dan didukung oleh siapa saja yang ingin menjadi warga negara yang terhormat. Namun, hukum dan konstitusi siapa yang seharusnya wajib Panjenengan dan kami taati dan bela sampai mati? Jawabnya, tidak ada keraguan lagi, hukum dan konstitusi tertinggi yang wajib Panjenengan dan kami taati dan dibela sampai titik darah penghabisan adalah hukum dan konstitusi yang lahir dari KalamNya dan sabda NabiNya, yakni al-Quran dan Sunnah Nabi SAW.

Tidak ada hukum dan konstitusi yang lebih tinggi, lebih baik, dan lebih harus kita patuhi dan taati daripada hukum Allah dan RasulNya. Membela hukum dan konstitusi Allah dan RasulNya akan berbuah pahala dan ridloNya. Sedangkan melawan dan melanggarnya akan berbalas kehinaan, kesengsaran, dan murka dariNya.

Sayangnya, Panjenengan justru memilih untuk taat kepada hukum dan konstitusi sekuler-liberal yang jelas-jelas bertentangan dengan al-Quran dan Sunnah, serta telah terbukti menyengsarakan rakyat bumi pertiwi. Bahkan, secara terbuka dan dengan penuh percaya diri seakan-akan tidak salah dan keliru, Panjenengan berdua mewarning siapa saja yang melanggar hukum dan konstitusi liberal-sekuler! Padahal, demi Allah, pandangan dan sikap Panjenengan seperti ini jelas-jelas keliru dan salah, dan justru menunjukkan jati diri Panjenengan sesungguhnya yang enggan untuk taat dan patuh kepada hukum dan konstitusi tertinggi, yakni Al-Quran dan Sunnah Nabi!

Jika tindakan ini Panjenengan lakukan karena tidak tahu, maka kami wajib memberitahu Panjenengan. Namun, jika tindakan ini Panjenengan lakukan bukan karena ketidaktahuan, maka kami berdoa semoga Panjenengan diberi taufiq oleh Allah SWT, dan kami juga mewanti-wanti Panjenengan untuk tidak menghalang-halangi kami.

Sekali lagi kami nyatakan bahwasanya hukum dan konstitusi yang wajib Panjenengan dan kami taati dan bela hanyalah hukum Allah dan RasulNya. Yang wajib Panjenengan dan kami dukung dan bela, dan wajib ada di atas mereka adalah siapa saja yang menginginkan tegaknya hukum Allah dan RasulNya di negeri ini untuk mengganti hukum dan konstitusi kufur. Pihak yang harus Panjenengan bela dan dukung adalah para pemulia al-Quran yang kini tengah meminta haknya, bukan penista al-Quran yang jelas-jelas menyakiti kaum Muslim negeri ini.

Jangan hiraukan semboyan berdiri di atas semua golongan. Yang benar adalah berdirilah di atas kebenaran hakiki, yakni Islam dan kaum Muslim yang taat dan patuh pada hukum dan konstitusi Allah dan RasulNya. Sesungguhnya, penista al-Quran dan orang-orang kafir tidak akan pernah mampu menguasai dan memimpin kaum Muslim, jika sistem politik dan hukum yang ada melarang dan mencegahnya. Sebaliknya, sampai kapan pun al-Quran berpotensi terus dihina dan dilecehkan, dan kandungan isinya tidak mungkin diterapkan secara sempurna, selama sistem politik dan hukumnya adalah hukum sekuler-liberal-demokrasi.

Oleh karena itu, kami mengajak dan menghimbau kepada Panjenengan berdua untuk mengerahkan pasukan-pasukan Panjenengan yang gagah berani, yang pilih tanding, yang “ora tedas tapak paluning pande sisaning gurinda”, yang “ditombak lakak-lakak dibedil njundil”, yang “otot kawat balung wesi, rambut wojo, sikil condroso, tangan alugoro, sirah godo”, bersama-sama dengan kami menjungkirkan sistem demokrasi-liberal-sekuler, dan menggantinya dengan sistem politik dan hukum yang lahir dari al-Quran dan Sunnah Nabi SAW.

Jika ini yang Panjenengan lakukan, niscaya Allah SWT akan memuliakan Panjenengan dan kami pun akan selalu menyertai Panjenengan dalam doa dan kecintaan. Adapun jika pimpinan tertinggi Panjenengan melarang Panjenengan untuk melakukan hal ini, maka, sudah sewajibnya Panjenengan bersama kami memakzulkan pimpinan yang tidak taat Allah dan RasulNya namun lebih taat kepada orang kafir penjajah.

Kami percaya, Panjenengan masih punya hati dan akal bersih. Kami juga yakin, Panjenengan bukanlah prajurit-prajurit cengeng dan penakut, namun prajurit yang gagah berani tak kenal gentar untuk membela konstitusi tertinggi (Al-Quran dan Sunnah Nabi SAW), meskipun untuk itu, Panjenengan harus berjibaku, bersimbah peluh dan darah, serta jungkir balik “sikil digawe sirah, sirah digawe sikil”. Sungguh, jikalau Panjenengan seperti ini, kami akan selalu bersama Panjenengan. Suro diro jayaningrat lebur dening pangastuti. Bejik ketitik olo kawistara, Gusti Allah mboten sare. Allahu Akbar!! [Ustadz Syamsudin Ramadhan]

Wallahu al-Muwaffiq ila Aqwam al-Thariiq Wassalaamu’alaykum wr wb” 

Comments

comments

Disc Iklan Ramadhan for Web

Leave a Reply