Pandangan Islam Terhadap Dunia

Pintu Ledeng TV - Pandangan Islam Terhadap Dunia

Pandangan Islam Terhadap Dunia

Pintuledeng.com – Siapa saja yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, Allah mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinannya selalu membayang di pelupuk kedua matanya; tidak akan datang kepadanya bagian dari dunia kecuali yang telah ditetapkan untuknya. Siapa saja yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya, Allah menghimpunkan untuknya urusannya dan menjadikan kekayaannya ada di dalam hatinya, dan dunia mendatanginya, sementara dunia itu remeh dan rendah. (HR Ibn Majah, Ahmad, al-Baihaqi, Ibn Hibban, ad-Darimi dll)

Hadis ini termasuk hadis yang memberikan dorongan untuk bersikap zuhud terhadap dunia dan menjadikan akhirat sebagai tujuan atau gapaian utama. Hadis ini menjelaskan orang yang menjadikan dunia sebagai tujuan dengan konsekuensi yang harus ia tanggung dan orang yang menjadikan akhirat sebagai tujuan dan apa yang akan ia raih.

Pertama: man kânat ad-dunyâ hammahu (siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya). Konsekuensi bagi orang seperti ini adalah:

  1. Allah menceraiberaikan urusannya; yaitu urusannya yang sudah terhimpun diceraiberaikan oleh Allah.
  2. Allah menjadikan kemiskinannya terus membayang di pelupuk kedua matanya. Maknanya, Allah mencabut rasa qanâ’ah dari hatinya sehingga ia tidak pernah merasa cukup atas rezeki yang ia peroleh. Orang yang mengejar dunia itu ibarat orang yang meminum air laut. Makin banyak ia minum, rasa hausnya tidak hilang malah makin haus hingga makin bernafsu pula ia minum.
  3. Tidak akan datang bagian dari dunia kepadanya kecuali apa yang telah ditetapkan untuknya. Maknanya, bagian rezeki tiap orang telah ditetapkan oleh Allah. Bagaimanapun kerasnya seseorang berusaha mencari tambahan, hal itu tidak bisa menambah apa yang telah ditetapkan untuknya. Karena itu, orang tipe pemburu dunia ini akan merasa kelelahan di dunia karena selalu mengejar rezeki itu.

Tipe kedua adalah orang yang niat dan tujuannya adalah akhirat. Orang yang demikian akan meraih tiga hal. 

  1. Allah menghimpunkan untuknya urusannya yang tercerai berai. Allah menjadikannya terhimpun dengan menyiapkan atau lebih tepatnya memudahkan sebab-sebabnya dari sisi yang tidak dia sangka.
  2. Allah menjadikan kekayaannya ada di dalam hatinya. Maknanya, Allah menjadikannyaqanâ’âh dengan merasa cukup dan berkecukupan sehingga dia tidak ngoyo kepayahan memburu rezeki dan mengejar dunia.
  3. Dunia datang kepadanya sebagai sesuatu yang rendah dan remeh serta tunduk mengikutinya. Artinya, dunia yang telah ditetapkan untuknya mendatanginya dan tidak berubah menjadi tuan yang menguasai dan mengendalikan dirinya. Sebaliknya, dunia yang datang itu, di tangannya tetap menjadi alat untuk mencapai tujuannya, yaitu akhirat.

 

Comments

comments

Disc Iklan Ramadhan for Web

Leave a Reply