Sabar Menghadapi Cobaan Dakwah

Pintu Ledeng - Sabar Menghadapi Cobaan Dakwah

Pintu Ledeng TV – Menghadapi cobaan dalam rangka mengemban dakwah dan melawan kekufuran berikut para pendukungnya adalah suatu hal yang sangat biasa terjadi. Janganlah sekali-kali seorang juru dakwah mengira bahwa dirinya akan terhindar dari ujian atau cobaan, seberapapun tingkat ujian itu. Allah SWT telah berfirman:

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ ٢ وَلَقَدۡ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۖ فَلَيَعۡلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعۡلَمَنَّ ٱلۡكَٰذِبِينَ ٣
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi. Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta” (QS. Al-Ankabut: 2-3)

“Orang yang paling hebat ujiannya diantara manusia adalah para nabi. kemudian yang semisalnya dan semisalnya. Seseorang diuji sesuai dengan kadar agamanya: kalau ia memiliki keteguhan dalam agamanya, maka ia di uji dengan kadar yang setara dengan itu; jika ia lemah maka ia kurang diperhitungkan dalam pemberian ujian. Ujian itu tidak henti-hentinya menimpa seseorang sampai ia dibiarkan berjalan di muka bumi ini tanpa kesalahan” (HR. Bukhari Muslim)

Agar mampu menghadapi berbagai ujian, seorang muslim harus minta pertolongan Allah dengan bersabar dan mengerjakan shalat sebab koma Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

Selain itu, juga harus menasehati orang lain untuk bersabar sebab kalau tidak tentu dia akan termasuk orang-orang yang merugi, sebagaimana firman Allah :
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al-Ashr: 1-3)

Ayat tersebut mensyaratkan beriman harus disertai dengan amal sholih. Dan amal yang diperintahkan adalah saling menasehati. Artinya disini adalah dakwah, amar makruf nahi munkar. Karena ada kata “Haqq” dan ‘shobr”. Yang didakwahkan ialah kebenaran dan kesabaran. Apabila kita mengajak orang lain untuk bersabar, tentu kita yang mengajak pun harus memiliki sifat sabar.

Saat masih menjadi budak, sahabat nabi, Khabab Ai Arats pernah ditimpakan besi panas dikepalanya oleh majikannya. Saat itu rasulullah belum punya pengaruh dan kekuasaan. Jadi belum bisa menolong Khabab. Rasul hanya meneguhkan hati Khabab dan berdoa, “Ya Allah tolonglah Khabab”.

Begitu pun Ammar bin Yassir pernah dibakar api oleh tuannya. Rasullullah ketika melewatinya beliau berdoa, “Wahai api jadilah engkau dingin dan menyelamatkan Ammar sebagaimana engkau pernah dingin dan menyelamatkan Ibrahim As. Rasul berkata, “Sabarlah wahai keluarga Yassir, sesunggunya jaminan untuk kalian adalah surga”.

Ketika dimadinah, sahabat nabi yang pertama kali membacakan Quran secara terbuka dihadapan kaum musyrikin adalah Ibnu Mas’ud. Ketika ada kaum musyrikin Mekah sedang mengadakan pertemuan, Ibnu Mas’ud mendatangi mereka dan menaiki Maqam Ibrahim. Lalu bersuara lantang membacakan beberapa awal surat Arrahman. Dan akhirnya Ibnu Mas’ud dipukuli oleh banyak orang. Walaupun begitu tetap beliau mambacakan Quran. Ketika pulang kembali ke para sahabat tubuhnya babak belur dan berdarah, dia berkata, “Mulai sekarang kekuatan musuh-musuh Allah itu tidak berarti lagi bagiku dan besok aku akan mendatangi mereka lagi”’.

Inilah sebagian dari kisah-kisah sahabat yang patut kita teladani. Dakwah memang berat dan penuh perjuangan dan pengorbanan. Namun pengorbanan kita belum sampai menumpahkan darah dan nyawa seperti para sahabat. Tak pantas lah kita meninggalkan medan dakwah karena beratnya perjuangan apalagi karena dunia.

“Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik”. (QS. At-Taubah: 24)

۞إِنَّ ٱللَّهَ ٱشۡتَرَىٰ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَنفُسَهُمۡ وَأَمۡوَٰلَهُم بِأَنَّ لَهُمُ ٱلۡجَنَّةَۚ يُقَٰتِلُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيَقۡتُلُونَ وَيُقۡتَلُونَۖ ١١١
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh”. (QS. At-Taubah: 111)

Comments

comments

Disc Iklan Ramadhan for Web

Leave a Reply