Sakitnya, Wafatnya dan Wasiat Abu Bakar Ash-Shiddiq (2)

Pintu Ledeng TV - Sakitnya, Wafatnya dan Wasiat Abu Bakar Ash-Shiddiq (2)

Sakitnya, Wafatnya dan Wasiat Abu Bakar Ash-Shiddiq (2)

Pintuledeng.com – Al Waqidi meriwayatkan dari berbagai jalur periwayatan, bahwa tatkala dia merasa ajalnya telah mendekat, dia memanggil Abdur Rahman bin Auf dan berkata, “Katakanlah kepadaku apa pendapatmu mengenai Umar bin Al-Khattab!” Abdur Rahman bin Auf berkata, “Tidaklah kau tanyakan tentang sesuatu kecuali engkau bahwa engkau lebih tahu masalah tersebut dari diriku;” Abu Bakar berkata, “Oh Begitu!” Lalu Abdur Rahman berkata, “Demi Allah, dia lebih utama daripada pandanganmu tentangnya.” Kemudian dia memanggil Utsman, dan berkata, “Beritahukan kepadaku bagaimana pendapatmu tentang Umar?” Utsman menjawab, “Di antara kami engkaulah yang paling tahu tentangnya,” Abu Bakar berkata, “Oh demikian, ” kemudian dia berkata, “Ya Allah saya tahu tentangnya bahwa isi kalbunya jauh lebih baik daripada tampilan luarnya, dan bahwa tidak ada orang yang sama dengannya diantara kami.” Di samping mereka berdua Abu Bakar juga mengajak musyawarah Sa’id bin Zaid, Usaid bin Al-Hudhair dan yang lain-lain dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Usaid berkata, “Saya tahu bahwa dia adalah orang terbaik setelah engkau. Dia rela untuk satu hal yang baik dan akan marah dengan satu hal yang wajib untuk dibenci. Yang dia sembunyikan (rahasiakan) jauh lebih baik dari apa yang dia kemukanan. Dan tidak ada seorangpun yang memangku perkara ini (khalifah) yang lebih mampu darinya.”

Sebagian sahabat datang menemuinya. Diantara mereka ada yang berkata, “Apa yang akan engkau katakan kepada Tuhanmu jika kau ditanya tentang keputusanmu menjadikan Umar sebagai penggantimu padahal engkau tahu bagaimana sikap dia yang sangat keras?” Abu Bakar berkata, “Demi Allah apakah engkau menakut-nakutiku? Saya akan katakan: “Saya telah memutuskan orang yang menggantikanku untuk menjadi khalifah atas kaum muslimin adalah orang yang paling baik dari hamba-Mu. Sampaikan apa yang saya katakan ini kepada orang-orang di belakangmu.”

Kemudian dia memanggil Utsman dan berkata, “Tulislah Bismillahhirahanirahim, inilah apa yang diwasiatkan oleh Abu Bakar bin Abu Qufahah di akhir hidupnya di dunia saat akan keluar darinya, dan awal hidupnya di ambang akhirat. Dimana orang-orang kafir telah beriman, orang yang durhaka telah yakin, dan orang yang menyatakan dusta telah membenarkan (agama islam). Sesungguhnya saya telah menetapkan Umar, sebagai Khalifah atas kalian setelah saya meninggal. Maka dengar dan taatilah dia. Saya telah melakukan yang terbaik kepada Allah, Rasul dan agamanya dan kepada kalian serta saya sendiri. Maka jika dia berlaku adil, itulah yang saya harapkan dan saya ketahui tentang dirinya. Namun jika dia berubah, maka setiap orang akan menanggung apa yang dia lakukan. Sedangkan saya menginginkan hal yang baik, namun saya tidak tahu hal yang ghaib. Dan orang-orang yang melakukan kedzaliman akan tahu kemana mereka akan dikembalikan. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.” 

Kemudian dia menyuruh Utsman untuk menuliskannya dan menyetempelnya lalu menyuruhnya keluar dengan dengan membawa kertas wasiat yang telah diberi stempel itu.[Tarikh Khulafa’ Hal 90-91]

Bersambung….

Comments

comments

Disc Iklan Ramadhan for Web

Leave a Reply