Sikap Umar bin Al-Khathab pada Saat Rasulullah Wafat

Pintu Ledeng TV - Sikap Umar Al Kharab Pada Saat Rasulullah Wafat

Sikap Umar bin Al-Khathab pada Saat Rasulullah Wafat

Pintu Ledeng TV – Tatkala berita tentang wafatnya Nabi sampai kepada para sahabat, maka terjadilah keguncangan yang dahsyat di hati mereka. Wafatnya Nabi merupakan guncangan bagi sebagian besar kaum muslimin, khususnya Umar bin Al-Khathab. 

Tentang hal ini, Abu Hurairah menceritakan, “Tatkala Nabi wafat, Umar bin Al-Khathab berdiri di hadapan kaum muslimin sambil mengataka “Orang-orang munafik mengira bahwa Rasulullah telah meninggal dunia. Ketahuilah, Rasulullah tidak meninggal. Tapi beliau sedang pergi menghadap Tuhannya, sebagaimana dahulu Musa bin Imran. Beliau pernah meninggalkan kaumnya selama 40 hari, kemudian beliau kembali kepada kaumnya setelah mereka mengira bahwa beliau telah meninggal. Demi Allah, Rasulullah akan kembali sebagaimana dahulu Musa kembali kepada kaumnya. Aku bersumpah, akan kupotong tangan dan kaki mereka yang mengira bahwa Rasulullah telah meninggal.”1

Tidak lama kemudian, Abu Bakar datang dan mendapati Umar di pintu masjid sedang berbicara di hadapan kaum muslimin. Abu Bakar langsung masuk ke rumah putrinya, Aisyah. Saat itu, jenazah Rasulullah telah dibaringkan di sudut rumah dan ditutupi dengan sehelai kain. Abu Bakar membuka kain yang menutupi wajah Rasulullah dan menciumnya sambil meneteskan air mata. Lalu Abu Bakar mengatakan, “Engkau kutebus dengan ayah dan ibuku. Demi Allah, Allah tidak menghimpun untukmu dua kematian. Kematian yang pertama telah ditakdirkan Allah untukmu setelah itu, engkau tidak akan ditimpa kematian untuk selama-lamanya.” Kemudian, Abu Bakar menutup kembali wajah Rasulullah, lalu keluar rumah. Dan, Umar masih terus berbicara di hadapan kaum muslimin. Abu Bakar meminta Umar supaya diam, tapi Umar tidak mengindahkan. Umar tetap saja berbicara di hadapan kaum muslimin.

Melihat Umar yang terus berbicara, Abu Bakar angkat bicara di hadapan kaum muslimin. Kaum muslimin akhirnya beralih mendengarkan pembicaraan Abu Bakar dan meninggalkan Umar. Di hadapan mereka, Abu Bakar memulai pembicaraannya dan memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah, lalu ia mengatakan, “Wahai sekalian manusia, siapa yang menyembah Muhammad, maka Muhammad telah meninggal dunia. Dan, siapa yang menyembah Allah, maka Allah itu Maha Hidup, Dia tidak mati.” Kemudian Abu Bakar membaca firman Allah, 

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (Ali Imran: 144). 

Abu Hurairah selanjutnya menceritakan, “Demi Allah, saat itu, kaum muslimin seolah-olah belum pernah mengetahui kalau ayat itu telah turun, hingga Abu Bakar membacanya. Mereka menerima bacaan ayat itu dari Abu Bakar, padahal ayat itu sudah mereka hafal. Umar berkata, “Demi Allah, setelah kudengar Abu Bakar membacakan ayat itu, aku tersadar dari keterguncangan hatiku hingga aku jatuh tersungkur di atas tanah, dan aku tidak kuasa melangkahkan kedua kakiku. Setelah itu, aku sadar bahwa Rasulullah telah meninggal dunia.” (HR. Al-Bukhari) [Biografi Umar Bin Al Khatab, Prof DR. Ali Muhammad Ash Shalabi, hal 100-101]


  1. Ibnu Abu Syaibah, As-Sirah An-Nabawiyah, 2/594.

Comments

comments

Disc Iklan Ramadhan for Web

Leave a Reply