Syarat Amal Kita Diterima

Pintu Ledeng - Syarat Amal Kita Diterima

Pintu Ledeng TV – Setiap muslim harus senantiasa menyandarkan aktivitasnya pada aqidah Islam di mana ia diperintahkan untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan utama (ghayatul ghayah) dalam segala aktivitas. Hanya kepada Allah-lah seorang muslim menyembah dan meminta pertolongan

وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوالزَّكَاةَ وَذَالِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya mereka menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus. Dan supaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat. Yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. al-Bayinah : 5).

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنً
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan.” (QS. an-Nisa : 125).

“Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu kitab (Al-Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah hanya milik Allah agama yang bersih (dari syirik).” (QS. az-Zumar : 2-3).

Secara tegas Allah SWT memerintahkan kita untuk memurnikan ketaatan dan beribadah hanya kepada-Nya dan Dia SWT akan menolak amalan yang diniatkan selain karena-Nya bahkan akan mencampakkan pelakunya ke dalam neraka.

Dari Abu Hurairah, ia berkata : “Telah bersabda Rasulullah Salallaahu‘alaihi wasallam: ”Barang siapa belajar ilmu yang seharusnya ia mengharapkan wajah Allah ‘Azza wa Jalla, kemudian ia belajar untuk mendapatkan sesuatu dari (harta) dunia, maka ia tidak akan mencium bau syurga pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad).

“Siapa saja yang mempelajari ilmu demi menyaingi ‘Ulama, atau mengakali orang-orang bodoh, atau mencari perhatian orang, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam api neraka.” (HR. Ibnu Majah).

Itulah syari’at pertama diterimanya amal, yaitu keikhlasan sang pelaku. Definisi ikhlas telah dijelaskan oleh banyak ulama dengan cara yang berbeda-beda, namun semuanya menuju kepada satu pemahaman yaitu amalan hati yang mengarahkan tujuan aktivitas manusia untuk meraih ridha Allah SWT semata dengan tidak menghiraukan aspek-aspek selain itu. Maka setiap amalan harus dilakukan dengan ikhlas.

Selain disertai dengan keikhlasan aktivitas yang dilakukan harus sesuai dengan syari’at atau tidak menyimpang darinya, karena niat yang ikhlas semata tidak dapat mengubah hukum atau menggugurkan keharaman.

“Barang siapa yang mengadakan sesuatu yang baru dalam urusan (agama) kami ini yang bukan darinya, maka amalan itu tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan demikian syari’at lain agar amalan kita diterima adalah amal tersebut harus sesuai dengan syari’at. Apabila dua syari’at itu terpenuhi maka amal itu termasuk amal salih yakni amal yang berkualitas baik.

Comments

comments

Disc Iklan Ramadhan for Web

Leave a Reply